Sabtu, 06 November 2010

KUPU-KUPU KERTAS


Ebiet G. Ade

Setiap waktu engkau tersenyum
sudut matamu memancarkan rasa
keresahan yang terbenam 
kerinduan yang tertahan
luka dalam yang tersembunyi 
jauh dilubuk hati
kata-katamu riuh mengalir bagai gerimis

Seperti angin tak pernah diam
selalu beranjak setiap saat
menebarkan jala asmara 
menaburkan aroma luka 
benih kebencian kau tanam 
bakar ladang gersang 
entah sampai kapan berhenti menipu diri

Kupu-kupu kertas yang terbang kian kemari 
aneka rupa dan warna dibias lampu temaram oooh…
                                                                                                          (melody/musik)

Membasuh debu yang lekat dalam jiwa
mencuci bersih dari segala kekotoran oooh…
aku menunggu hujan turunlah
aku mengharap badai datanglah
gemuruhnya kau melumatkan semua
kupu-kupu kertas…

Kupu-kupu kertas yang terbang kian kemari 
aneka rupa dan warna dibias lampu temaram oooh…
Kupu-kupu kertas yang terbang kian kemari 
aneka rupa dan warna dibias lampu temaram oooh…

Tidak ada komentar:

Posting Komentar